Senin, 27 Juni 2011

Cerpen Anak


Ayo, Bersepeda!
Oleh : Ayu RH
“Mawar, udah selesai?” panggil Papa dari bagasi rumah.
“Iya, Pa. Sebentar!” Mawar mengunyah cepat sarapan nasi goreng buatan Mama.
“Makanya kalo ke sekolah pakai sepeda! Jadinya kan gak perlu berangkat pagi-pagi bareng Papa gitu,” ledek Kak Melati. Mawar cemberut. Dia memang harus berangkat pagi sekali kalau mau berangkat sama Papa pakai mobil. Mawar malas berangkat sekolah pakai sepeda.
“Kan enak pake mobil ada AC-nya. Mawar bisa duduk santai sambil dengerin musik. Daripada pake sepeda, nanti pakaian seragam Mawar basah karena keringat!” kata Mawar membela diri kalau Kak Melati menyuruh Mawar pakai sepeda. Padahal Mawar udah bisa pakai sepeda sejak kelas tiga SD, Mama dan Papa juga sudah membelikan sepeda cantik buat Mawar tapi Mawar tetap saja malas memakai sepedanya.
“Terima kasih, Pa,” saat Papa sudah mengantarkan Mawar di depan gerbang sekolahnya. Mawar berjalan menuju kelasnya dengan penuh semangat. Pagi ini pelajaran IPA yang diajarkan Ibu Pina. Mawar sangat senang dengan pelajaran alam karena Mawar sangat suka dengan alam sekitarnya terutama bunga-bunga.
“Pagi, anak-anak!” sapa bu Pina masuk kelas saat bel sekolah berbunyi
“Pagi, Ibu guru!!!” sahut anak-anak kelas empat dengan ceria.
“Nah, hari ini Ibu Pina akan mengajarkan tentang cara menjaga lingkungan kita. Sebelumnya ibu tanya dulu, siapa diantara kalian yang berangkat sekolah pakai sepeda?”
Hampir seluruhnya mengangkat tangan tinggi-tinggi. Hanya Mawar dan Lina yang tidak mengancungkan tangannya.
“Bagus-bagus. Lho, Mawar dan Lina kalau ke sekolah pakai apa?” tanya Ibu Pina saat melihat mereka tidak ikut mengacungkan tangan.
Mawar menunduk malu untuk menjawab. Sedangkan Lina langsung berdiri untuk menjawab pertanyaan Ibu Pina. “Lina gak punya sepeda, Bu. Jadi setiap hari berangkat sekolah pakai bis.”
“Oh begitu, kalau Mawar kenapa?” Ibu Pina menoleh kearah Mawar.
Mawar jadi malu untuk menjawab, “Ma…malas, Bu…”
“Lho, kenapa malas?” teman-teman Mawar malah ketawa meledek mendengar jawaban Mawar.
“Ya, capek aja berangkat sekolah pakai sepeda. Kan lebih enak pakai mobil…”
“Huuuuuuuuuuu!!!” ledekan teman-teman Mawar semakin menjadi. Ibu Pina mencoba menenangkan.
“Sudah-sudah jangan ribut! Kalian mau tahu kenapa Ibu tanya apa kalian berangkat sekolah pakai sepeda?”
“Iyaaaaaaa!”
“Karena bersepeda itu sehat dan menyehatkan. Mawar, memang pakai sepeda itu capek tapi justru membuat tubuh kita sehat karena sekalian berolahraga. Selain bagus untuk kesehatan tubuh, bersepeda juga membantu menjaga lingkungan kita. Kalau kita bersepada, kita ikut mengurangi polusi udara. Ibu sudah pernah jelaskan kalau lapisan ozon yang melindungi bumi kita ini sudah mulai menipis. Kalau kita memakai sepeda atau jalan kaki ke sekolah yang jaraknya lumayan dekat, kita sudah membantu mengurangi kerusakan lapisan bumi tersebut. Dan lingkungan kita menjadi lebih bersih. Kalian mau kan lingkungan kita bersih dan sehat?”
“Iyaaaaaaa!!!”
Mawar menganguk paham. Mulai besok pagi Mawar janji akan memakai sepeda hadiah Papa Mama. Dia tidak ingin lingkungannya tambah kotor nanti bunga-bunga akan layu. Oh ya, dia juga akan ajak Lina bersepeda bersama!

Sinopsis Novel Fantasiku_Selubung Speranza

Avara, seorang gadis autis yang terjebak di sekolah kaum inteletual, Speranza. Dia cerdas dan cantik. Tapi sangat sulit berkomunikasi dengan orang lain karena keautisannya. Dia hanya akan menjadi gadis normal bila tidak ada siapapun di dekatnya. Seorang guru yang simpati pada Avara hidup di panti asuhan pun memungutnya. Sayang, hampir semua orang menjauhinya. Mereka takut dengan penampilan dan sikap Avara yang aneh. Sekaligus bingung mengapa gadis autis itu bisa diterima di sekolah mereka.
Avara pun dimusuhi oleh geng cewek paling popular di sekolah yang terdiri dari tiga orang gadis cantik dan kaya raya, Engrasia sebagai pemimpin geng itu adalah anak pemilik kebun cengkeh di kota Otadan, dengan dua pengikutnya Winola dan Sarila. Avara pun selalu jadi bulan-bulan mereka. Dan cuma seorang cowok aneh kutubuku Leroy Osmond yang bersedia melindungi Avara dari gangguan mereka.
Sebenarnya Avara adalah peri langit junior yang dihukum peri ketua karena kenakalannya. Dia ketahuan memasukkan obat gatal sakti ke minuman peri pengampu yang jadi gurunya karena malas belajar ilmu peri terapan. Avara sudah menganggap dirinya lebih hebat dibandingkan guru tua itu. Dengan marah besar peri ketua mengutuknya menjadi manusia dengan penyakit autis dan di lemparkan ke dunia ambang 13 yang selama ini hanya sebagai dongeng di negeri Radoslaw. Bahwa dunia itu adalah masa hilangnya kerajaan Radoslaw.
Avara hanya akan menjadi peri kembali ke kerajaan Radoslaw bila dia menemukan putra mahkota kerajaan langit Radoslaw yang diculik moster ungu Mackinnley. Keluarga peri yang turun menurun menjaga kerajaan langit Radoslaw itu dikalahkan monster Mackinnley dan membuang putra mahkota ke negeri ambang 13.
Dengan keterbatasannya, Avara berusaha menemukan putra mahkota dengan mutiara biru yang diberikan sahabatnya, peri Jauza. Peri jauza kasihan dengan Avara dan memberikan bocoran bagaimana menemukan putra mahkota. Mutiara biru itu akan memendarkan kemilau perak apabila berada di dekat sang putra mahkota.
Dan Avara sangat terkejut saat mutiara biru itu berwarna perak saat didekatkan dengan Leroy. Leroy yang ingatannya dihapus oleh Mackinnley langsung bisa mengingat lagi setelah mencium mutiara biru itu.
Avara pun membawa Leroy kembali ke langit tapi terhalang. Dia punya pantangan yang lain. Leroy tidak akan bisa kembali ke kerajaannya karena telah jatuh hati dengan peri penjaganya yang tak lain adalah kakak kandung Avara, peri daun Helga.
Dengan jatuh bangun Avara membuang rasa cinta Leroy agar dia bisa kembali ke kerajaan. Tapi sayang justru Avara yang kini jatuh cinta dengan Leroy dan berimbas dia akan tetap menjadi gadis autis karena perasaanya. Avara pun jungkir balik membuang rasa cinta pertamanya.
Disaat itulah sekolah Speranza mengadakan lomba pidato nasional. Orang tua asuhnya ingin menunjukkan kalo Avara bisa menghilangkan autisnya. Dengan susah parah Avara belajar agak bisa berbicara dengan orang lain. Dengan bantuan Leroy dan Jauza, Avara berhasil bicara di depan orang banyak. Penyakit autisnya mulai berkurang.
Mackinnley yang tahu putra mahkota telah ditemukan berusaha mencelakakannya dengan menaburkan racun Moza tapi berhasil digagalkan oleh Avara yang berada di samping Leroy. Leroy yang hampir kehilangan kekuatannya karena racun Moza, sangat berterima kasih dengan pertolongan Avara.
Tapi sejak itu Leroy pun mulai menyukai Avara. Avara yang berhasil menghilangkan sedikit autisnya dan telah menghilangkan rasa cintanya buat Leroy kembali kelimpungan. Dia sudah hendak mempersiapkan diri ke langit untuk mejadi peri langit lagi saat Leroy menyatakan cintanya.
Akankah Avara bersedia menerima cinta Leroy dengan konsekkuensi dia akan mejadi manusia biasa atau menolak Leroy dan bisa membawa cowok itu ke tahtanya dan Avara bisa menjadi peri langit lagi?